BLOGGER TEMPLATES AND Zwinky Layouts »

Senin, 30 Agustus 2010

Galery Photo

NEVERMIND ( Nirvana mengejutkan dunia serta diri mereka sendiri )


Dengan rilis dan kesuksesan akhirnya album kedua mereka, Nevermind, Nirvana mengukuhkan diri sebagai salah satu pilar dari pergolakan musik. Along with the likes of Pearl Jam, Soundgarden, Mud Honey, and Alice In Chains, Nirvana broke ground and laid the foundation for what would serve as the stepping stones for many to come. Bersama dengan orang-orang seperti Pearl Jam, Soundgarden, Lumpur Madu, dan Alice In Chains, Nirvana pecah tanah dan meletakkan dasar bagi apa yang akan berfungsi sebagai batu loncatan bagi banyak orang untuk datang.
The Classic Albums series celebrates the impression left by this monumental album with the release of “the definitive authorized story” behind the masterpiece. Seri Classic Album merayakan kesan yang ditinggalkan oleh album ini monumental dengan merilis "cerita resmi definitif" balik karya tersebut. The trio from small town Washington state blindsided an industry and toppled the “King of Pop” from the top of the charts, with a vision and without compromise. Trio dari negara kota kecil Washington mengejutkan industri dan menggulingkan "Raja Pop" dari puncak tangga lagu, dengan visi dan tanpa kompromi.
Nevermind – Classic Albums features interviews with the surviving band members, producer Butch Vig, members of the DCG promotions team, and representatives from Sub Pop records. Nevermind - Classic Album fitur wawancara dengan anggota band yang masih hidup, produser Butch Vig, anggota tim promosi DCG, dan perwakilan dari Sub Pop catatan. Collectively, they deconstruct the creation of the landmark album and give insight on the luminary, Kurt Cobain, who touched millions of dysfunctional and disillusioned youths. Secara keseluruhan, mereka mendekonstruksi penciptaan album landmark dan memberikan wawasan pada orang termasyhur, Kurt Cobain, yang menyentuh jutaan pemuda disfungsional dan kecewa. They delve deeper into the architectural design Kurt envisioned for the album by describing how Kurt's vocals acted as a glue to bring the tracks together by utilizing their sounds even more so than their meanings, all along focusing on a child-like simplicity. Mereka mempelajari lebih dalam desain arsitektur Kurt membayangkan untuk album ini dengan menjelaskan bagaimana vokal Kurt bertindak sebagai perekat untuk membawa trek bersama-sama dengan memanfaatkan suara mereka bahkan lebih daripada makna mereka, sepanjang memfokuskan pada kesederhanaan anak-seperti.
Producer Butch Vig disassembles segments of Nevermind track by track, exposing the band's nakedness. Produser Butch Vig disassembles segmen jalur Nevermind oleh lagu, band mengekspos ketelanjangan itu. Vig illustrates how the band used overdubs and doubling vocal tracks to create a heaviness that would effectively mask the hookiness and base pop foundation of the album. Vig menggambarkan bagaimana band yang digunakan overdub dan menggandakan lagu vokal untuk membuat berat yang secara efektif akan topeng hookiness dan dasar pondasi pop dari album. In essence, this created a subliminal pop sound that made the tracks radio friendly. Pada dasarnya, ini menciptakan sound pop subliminal yang membuat radio trek ramah.
Live footage of key tracks such as “Lithium,” “Polly,” “Drain You,” and “Smells Like Teen Spirit” compliment the various interviews. Live cuplikan trek kunci seperti "Lithium," "Polly," "Drain Anda," dan "Baunya Seperti Teen Roh" pujian berbagai wawancara. Bonus features include the breakdown of “Drain You,” the story of Dave Grohl joining the band, “Polly” live in concert, and the design of the album sleeve. fitur Bonus termasuk rincian "Drain Anda," kisah Dave Grohl bergabung dengan band ini, "Polly" tinggal di konser, dan desain lengan album.
Nirvana was about the music, only dedicated to creating an album that “sounded good.” They had no ambition or desire to write an album that would support the creation of a new genre or change an industry. Nirvana adalah tentang musik, hanya didedikasikan untuk menciptakan sebuah album yang "terdengar baik" Mereka tidak punya ambisi atau keinginan untuk menulis sebuah album yang akan mendukung terciptanya sebuah genre baru atau mengubah industri.. Nirvana surprised the world as well as themselves. Nirvana mengejutkan dunia serta diri mereka sendiri.

Dave Grohl


Gue sudah lama memonitor group ini sejak awal sampai saat sekarang ketika mereka merilis album teranyar mereka Echoes, Silence, Patience & Grace (September 2007). Itu tak lepas dari kiprah frontman band ini ( Dave Grohl, vokal & gitar) yang merupakan drummer band grunge terkenal, Nirvana. Grohl menghabiskan waktu luangnya dengan bermain gitar dan mengarang lagu semasa masih bersama Nirvana. Dan hasil karyanya tersebut disimpannya sendiri karena ia merasa direcoki oleh music style Kurt Kobain. Setelah kematian Kurt Kobain(1994), maka bubarlah Nirvana. Grohl mulai merekam demo tape dan sempat merilis mini album dengan inisial Late! berjudul Pocketwatch, kemudian akhirnya mengusung nama Foo Fighters. Awalnya ia mencoba mengajak Krist Novoselic (teman band semasa di Nirvana), tapi keduanya sepakat tidak bekerjasama dalam musik mengingat bahwa suatu hal yang aneh bagi orang lain jika mereka melakukan proyek musik bersama lagi tanpa kehadiran Kurt Kobain. Bagaimanapun demo tape tersebut beredar dan menarik minat perusahaan rekaman. Grohl segera membentuk band dan menghubungi Pat Smear (gitaris tambahan selama tur Nirvana), Nate Mendel (bass) dan William Goldsmith (drum). Ia melisensikan album perdana Foo Fighters kepada Capitol Records. Maka debut album self title pun dirilis bulan Juli 1995. Debut album ini lumayan mendapat sambutan oleh penikmat musik (Ingat video musik I’ll Stick Around yang lumayan sering diputar di MTV?). Juga ada rasa penasaran akan gaya musik yang diusung Foo Fighters mengingat Grohl merupakan salah satu personil Nirvana. Penulispun merasakan hal yang sama. Sangat penasaran. Maka, setelah 6 bulan berselang, album debut tersebut penulis beli dari uang yang disisihkan dari uang saku penulis. Dan penulis juga dapat merasakan ada benang merah antara musik Foo Fighter dan Nirvana. Hal inipun diakui Grohl bahwa ia terpengaruh music style Kurt Kobain, lagu yang mula-mula pelan tiba-tiba menjadi cepat dan hard ditengah lagu, begitu sebaliknya. Tapi sejujurnya penulis merasa bahwa lagu-lagu dalam album tersebut cenderung murung. Apakah ini dipengaruhi kematian sahabat baik Grohl (Kobain) ? Entahlah....

Lalu pada tahun 1997, meluncurlah album kedua The Colour and The Shape,
diwarnai hengkangnya dua personil awal, William Goldsmith dan Pat Smear, dengan alasan yang berbeda. Keduanya digantikan Taylor Hawkins (drum, pernah menjadi drummer tur Alanis Morisette) dan Franz Stahl (teman band Pat Smear sebelum di Foo Fighters). Album ini juga penulis miliki karena apresiasi yang baik penulis atas debut album mereka. Album yang masih menyimpan daya tarik seperti debut album.

Pada tahun 1999, dirilis album There Is Nothing To Loose, dengan menyisakan hanya tiga personil setelah Franz hengkang karena ketidakcocokan. Album ini melahirkan hit Learn To Fly yang memenangkan Grammy Awards. Penulis lupa apakah penulis miliki juga album ini, karena bekasnya tidak ada. Dan band pun mengikat gitaris tur mereka, Chris Shiflett sebagai anggota tetap dan mulai berpartisipasi di album keempat.

Akhir tahun 2001, band ini merekam album keempat mereka. Tapi Grohl sempat menghabiskan sebagian waktunya menjadi drummer band Queens Of Stone Age (QOSA), dan ikut serta merampungkan album QOSA berjudul Songs For The Deaf, yang membuat rumor atau isu ketidakberlanjutan Foo Fighters. Tapi akhirnya album baru Foo pun keluar dengan judul One by One, yang menurut Grohl hanya empat lagu saja dari album One by One yang disukainya. Dan tujuh lainnya takkan dimainkan sepanjang hidupnya....(duh, lagu jelek koq direkam?). Album ini penulis punyai, tapi tidak begitu tinggi airplay-nya di tip rekorder penulis.

Disibukkan oleh tur, Foo merekam album kelima, yang dirilis pada 2005 berjudul In Your Honor. Album ini menelurkan hit Best Of You dan DOA. Untuk menyokong peredaran In Your..., Foo mengadakan tur akustik dalam waktu singkat pada musim panas 2006. Tur ini juga menyertakan former member Pat Smear sebagai ekstra gitaris. Wow, tiga gitaris dalam satu panggung? Pada 2006 juga Foo merilis album rekaman dari live performance mereka, Skin and Bones.
Echoes, Silence, Patience & Grace, dirilis pada September 2007. Lagu The Pretender diluncurkan lebih awal pada Agustus, hit yang bertahan 18 minggu di top Modern Rock chart Billboard. Album ini terasa lebih keren dari album-album sebelumnya. Boleh dibilang inilah puncak album Foo. Lagunya keren-keren. Long Road To Ruin dan Let It Die ,berturut turut menjadi kesukaan penulis. Penulis malah sempat memberi rating album ini 3.5 of 5 stars, itu sudah bagus lho....

Secara mengejutkan dalam sebuah acara TV, Dave Grohl mengumunkan bahwa Foo akan “istirahat” sampai waktu yang tidak ditentukan, tapi Foo masih mengadakan serangkaian tur untuk memenuhi kontrak yang telah dibuat sebelumnya. Dilanjutkan dengan rilis album bertitel “Greatest Hits” makin memperkuat ketidakjelasan akan kelanjutan band ini. Sungguh disayangkan....



Selain sibuk bermusik, ternyata Foo pun mempunyai ketertarikan akan hal lain, seperti berpolitik seperti ikut mendukung kampanye John Kerry (itu lho, calon presiden Amerika Serikat) pada tahun 2004 dan ikut serta dalam kampanye Alive & Well, suatu organisasi yang menyangkal keterkaitan HIV dengan AIDS pada tahun 2000. Terlepas dari kontroversi keikutsertaan Foo mendukung Alive & Well pada tahun 2000, patut dicermati bahwa sebuah band tak harus selalu berkurung dalam sangkar emasnya. Ia tak bisa lepas dari lingkungan sekitarnya. Dan umumnya mereka (artis Amerika) terang-terangan mendukung (suatu organisasi). Bukan seperti di Indonesia, artis atau band malu-malu mendukung (suatu organisasi) atau menjadi aktivis. Kalau mereka diminta, baru deh mereka mau buka suara atau memberi dukungan (terhadap suatu organisasi). Walaupun tidak semuanya artis atau band Indonesia begitu.... Ini bukan soal sok ke barat-baratan. Ini kenyataan....